Tentang Saya Mendeskripsikan diri sendiri memang tidak mudah, serta perihal untuk mengetahui sedikit tentang saya. Saya Haidar Azh...
8 Alasan Jangan Menyebut Nama Mantan Dalam Pertengkaran

8 Alasan Jangan Menyebut Nama Mantan Dalam Pertengkaran


Rasanya sulit untuk menjalani hubungan tanpa pertengkaran. Sehati apapun kalian, pasti ada saja celah yang menyebabkan pertengkaran hadir di dalam. Banyak orang pun yang beranggapan bahwa pertengkaran memang diperlukan dalam melekat nya sebuah hubungan. Sebab dari pertengkaran, kamu dan dia bisa mengenal sifat masing-masing lebih jauh lagi.

Pertengkaran ini kalau tidak di tindak dengan bijak dan dewasa, justru bisa menjauhkan kalian dari masa depan hubungan. Salah satunya jika kamu sampai bawa-bawa nama mantan saat bertengkar. Bukannya pertengkaran selesai, tetapi malah terus-menerus dan merugikan kalian sendiri. Biar kamu tidak keceplosan lagi menyebut nama mantan saat bertengkar dengan pacar, pahami beberapa alasan di bawah ini secara benar-benar.

1. Mantan dan kekasih kamu yang sekarang jelas berbeda. Membawa nama mantan di pertengkaran berarti membandingkan mereka berdua


Kekasih kamu yang sekarang dengan mantan jelaslah berbeda. Meski mereka pernah sama-sama mencintai satu orang, bukan berarti sifatnya harus dipaksakan sama agar kamu bahagia. Disaat bertengkar kamu boleh membela diri. Namun membela diri dengan melibatkan nama mantan sangatlah tidak elegan. Coba sekarang keadaannya di balik. Kekasih kamu selalu membandingkan antara kamu dengan mantan nya yang dulu. Apakah kamu juga akan menerima dan tak makin meluap amarahnya?

2. Dengan menyebut nama mantan saat bertengkar, kamu pasti akan menyakiti perasaan pacar. Jangan heran kalau dia sampai marah besar


Dibandingkan dengan dia yang pernah melukai kamu sama sekali tidak enak. Kadang ini pula yang menyebabkan hati pacar kamu terluka. Jangankan pacar kamu, kamu sendiri pasti akan marah sekali bila dibandingkan dengan seseorang yang jelas-jelas tidak baik. Jadi bersiaplah pacar kamu marah besar jika terus dibandingkan dengan mantan kamu yang tak tahu diri. Kalau kamu melukai nya, lantas bagaimana nasib janji dan kata-kata mutiaramu saat pertama kali jadian?

3. Kamu terlihat belum sepenuhnya move on dari mantan. Tuh, buktinya masih diungkit-ungkit padahal sudah jadi masa lalu


Mungkin kamu belum sepenuhnya sadar, tetapi menyebutkan nama mantan saat bertengkar adalah bukti kamu belum move on  sepenuhnya. Terbukti dengan alam bawah sadar kamu yang masih menyimpan nama seseorang yang dulu pernah mengisi hatimu. Kalau nama mantan saja masih tersimpan di dalam pikiran, mungkin pacar kamu yang sekarang tidak pernah kamu anggap spesial.

4. Bukannya meredakan, kamu justru memicu pertengkaran baru. Kalau terus bertengkar seperti ini, bagaimana mau punya masa depan?


Penyebab pertengkaran kalian sebenarnya cukup sepele. Kamu lupa membalas pesan, padahal isinya cukup penting bagi kalian. Lalu agar tidak disudutkan, kamu keceplosan menyebut nama mantan kamu yang dulu. Bukannya pertengkaran akibat hal kecil itu reda, kamu justru memicu pertengkaran lainnya yang lebih besar. Pertengkaran yang harusnya bisa cepat diselesaikan, justru butuh waktu lama akibat muncul pertengkaran yang lainnya. Kalau kebersamaan kalian terus digunakan untuk menyelesaikan pertengkaran melulu, masa depan hubungan mungkin akan susah di genggam.

5. Secara tidak langsung, kamu akan membuat pacar kamu merasa iri dan tak layak menyandingmu


Kepercayaan diri merupakan hal penting dalam melanjutkan hubungan. Karena itulah pondasi awal seseorang untuk berkembang dan membawa hubungan menuju masa depan. Dengan bawa-bawa nama mantan ini, secara tidak langsung kamu akan membuat pacar kamu iri. Kamu terus saja membedakan dia dengan mantan kamu yang dulu. Apabila hal tersebut terus kamu lakukan, jangan kaget kalau pacar kamu sampai merasa tak layak menemanimu hingga nanti.

6. Masih bawa-bawa mantan jadi salah satu ciri sikap tidak dewasa dalam menjalani hubungan


Kedewasaan salam menjalani hubungan memang membutuhkan waktu. Bahkan mereka yang sudah bertahun-tahun pacaran masih belajar mengenai hal tersebut. Dan terus bawa-bawa mantan setiap kali kalian bertengkar, jelas bukanlah proses pendewasaan. Hal itu justru batu penghalang yang menyebabkan dirimu makin tidak berkembang. Pikiranmu yang seharusnya fokus dengan apa yang dicapai sekarang, justru masih enggan beranjak dari masa lalu.

7. Kamu dapat menghancurkan hubungan kalian. Sebab pacar kamu merasa lelah dengan sifat kamu yang selalu menyebut nama mantan


Pertengkaran memang dapat menjadi momen untuk saling mengenal karakter masing-masing lebih dalam. Tapi jika pertengkaran tersebut terus dibumbui dengan sosok mantan, bisa saja pacar kamu justru akan merasa lelah sendiri. Lelah karena hubungan ini bukan hanya kalian berdua yang jalani. Tapi bertiga dengan mantan yang terus kamu sebut-sebut namanya itu. Kalau pacar kamu sudah lelah dan tidak kuat lagi, kemungkinan besar dia justru akan menyerah dan memilih mundur dari hubungan ini.

Dari alasan-alasan di atas, ada satu benang merah yang bisa kamu ambil. Bawa-bawa mantan dalam hubungan apalagi saat bertengkar, sama sekali tidak ada faedahnya. Bukan hanya menghambat kalian mencapai masa depan bersama, namun mampu sebagai bumerang yang menghancurkan hubungan nantinya. Daripada merobohkan apa yang sudah kalian bangun bersama, lebih baik dihindari bawa-bawa mantan ini?

Haidar A.
Baca selengkapnya »
5 Cara Sederhana Dalam Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh

5 Cara Sederhana Dalam Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh


Menjalani  hubungan jarak jauh itu tidak semudah di bayangan. Kamu dan dia perlu sama-sama mengerti apabila rasa cinta tidak hanya dapat ditunjukkan lewat pertemuan semata. Hanya lewat telepon atau bahkan chat saja, kamu dan dia diharuskan untuk menjaga hati, entah bagaimanapun caranya.

Lalu, seperti apa sih menjalani hubungan jarak jauh yang ideal?

1. Kontrol emosi, bagaimanapun caranya


Buat kalian yang melakukan hubungan jarak jauh khususnya wanita, pasti dong intensitas marah lebih banyak wanita daripada laki-laki? Mengapa demikian? Ya, karena memang wanita mudah tanggap. Ini nih yang membuat lelaki gampang malas kalau wanitanya suka marah, apalagi karena masalah sepele yang bisa jadi masalah besar atau tanda-tanda hubungan kalian retak karena ini.

Tips nya sih buat wanita, tahan amarah kalian untuk masalah sekecil apapun. Pikirkan dalam hati, pacar aku tidak suka marah nanti dia malah cuek. Nah, karena itu, jika kalian para wanita tidak ingin di abaikan jangan dong marah karena hanya masalah sepele. Diselesaikan dulu baik-baik dengan kepala dingin dan pastinya pakai nada yang baik, tidak dengan nada kasar karena itu bisa membuat lelaki jadi malas jujur akan masalah itu. Jadi, buat wanita lebih baik mulailah berpikir dewasa agar hubungan kalian akan tetap baik walaupun ada masalah sekecil apapun itu dan jauhkan pikiran negatif

2. Jika kalian bertengkar tidak usah dipublikasikan di media sosial


Ada yang tahu tidak kenapa? Kenapa hubungan kalian seharusnya tidak harus di kirim ke media sosial apalagi kalau kalian punya masalah dan kalian luapkan di sana?

Tidak usah seperti itu ya! Jika kalian melampiaskan nya di media sosial, yang ada pihak ketiga akan datang di antara kalian! Kenapa? Jika ada wanita yang suka sama lelaki kalian tiba-tiba saja salah satu dari kalian buat snapgram ataupun status di WA apabila kalian lagi marah atau pun sedih itu sama saja kalian membuka pintu masuk pihak ketiga. Mereka akan merebut hati lelaki kalian dengan memberi nasihat atau pun lainnya. Maka dari itu mulai dari sekarang tidak usah terlalu mempublikasikan hubungan kalian apalagi pertengkaran kalian. Pikirkan baik-baik dulu dan tenang kan masing-masing diri kalian. Jika sudah mulailah jujur atau  terbuka tentang masalah yang ada :)

3. Buat nama lucu satu sama lain


Sayang? Yang? Beb? Sudah biasa bukan mendengar nama itu di kalangan remaja? Coba deh buat nama panggilan lucu dari masing-masing kalian. Walaupun ada yang bilang itu lebay dan alay, tidak usah kalian dengarkan! Toh kalian kan yang menjalani hubungan itu Jadi, Itu akan membuat chemistry kalian meningkat

4. Cemburu lagi? Ah biasa!


Duh, ayo lah mulai dari sekarang kurangi yang namanya cemburu itu! Cemburu itu tidak apa-apa tapi harus mengerti batas yang wajar apalagi itu bisa sampai bikin kalian putus? Ayo lah mulai berpikir dewasa!

5. Kalau bosan dengan rindu dan penantian, kamu bisa agendakan me-time atau liburan


Ini nih buat kalian yang pastinya capek memikirkan tugas dan kuliah apalagi Hubungan Jarak Jauh. Lekas lupakan sejenak! Mulailah menabung untuk liburan kalian. Liburan sejenak dan buat pikiran kalian lebih nyaman!

Haidar A.
Baca selengkapnya »
Definisi Penantian Dalam Bertemu Jodohmu

Definisi Penantian Dalam Bertemu Jodohmu


Saat sudah menanjak usia dewasa, hampir setiap manusia aktif mencari seseorang yang memang digariskan untuk dirinya. Tetapi, proses pencarian itu tidak selalu berjalan dengan lancar dan tanpa beban. Banyak dari kita yang harus menunggu lama sebelum bertemu dia yang menjadi takdir kamu. Selama proses pencarian itu, tidak jarang kita menyerah, bersikap sinis dan memilih memikirkan “hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup”.

Tetapi sebenarnya, tidak ada alasan untuk percaya bahwa penantianmu sia-sia. Cinta, pada akhirnya, merupakan perjalanan; dan perjalananmu mungkin saja melibatkan lebih banyak belokan dan putaran daripada orang lain. Yang harus kamu lakukan yaitu terus percaya bahwa pada saatnya, kamu akan dibawa ke titik akhir.

Disaat sudah lelah atau bosan menunggu, putarlah di kepalamu hal-hal ini. Karena dalam hal cinta, tidak ada yang pantas dibilang percuma.

Menunggu Seseorang Memang Melelahkan. Tetapi Disaat Kalian Telah Dipertemukan, Penantian Lamamu  Akan Terasa Masuk Akal.


Menunggu datangnya seseorang memang kadang terasa melelahkan. Ambisi akan terantuk pada tidak tentunya masa depan. Tetapi ketika sudah bertemu dengan dia yang tergariskan, kamu akan mengerti bahwa perjalanan panjang yang kamu alami merupakan hukum alam. Seperti apa-apa yang terjadi selama ini dalam hidupmu merupakan pahatan jalan yang pada akhirnya berujung kepadanya. Semua terasa benar. Bahkan luka pahit dari kegagalan hubungan kamu dulu bisa terasa manis dengan kesuksesan dirimu menemukan titik akhirmu.

Walaupun alam semesta tampaknya sudah mengatur langkah kalian untuk bertemu, bukan berarti kamu terlepas dari tanggungjawab untuk menjaga jalanmu sendiri. Dibutuhkan usaha untuk terus bisa menyelaraskan langkah bersama.

Mungkin Kini Kamu Tidak Tahu Siapa Dia. Tetapi di Masa Depan, Hanya Dirimu yang Akan Memahami Keindahannya.


Seberapa jauh pun dia denganmu saat ini, menemukannya akan menjadi hal paling berharga dalam hidupmu. Pertemuan tersebut membuka matamu akan keindahan ciptaan Tuhan yang terwujud dalam dirinya. Kamu mungkin akan kebingungan bagaimana orang lain justru tidak menyadari keindahan yang tampaknya akan kembali membutakan matamu tersebut. Tapi pada saat yang sama, kamu justru bersyukur karena tidak harus membagi keindahan tersebut dengan orang lain.

Bagimu, dia merupakan ciptaan terindah di dunia ini. Karenanya mendapatkan kesempatan untuk mengagumi dan mencintainya, menjadikan dirimu merasa sebagai orang paling beruntung. Keberuntungan tersebut hanya akan terasa seperti surga di muka bumi jika dia juga ternyata mengadakan penelitian yang sama denganmu. Dengan begitu keindahan kisah cintamu merupakan rahasia dunia yang hanya bisa dinikmati oleh kalian berdua.

Sekolah dan Pekerjaan Mungkin Menjadi Pusatmu Saat Ini. Tetapi Nanti, Akan Ada Saatnya Kamu Lupa Hampir Segalanya Karena Begitu Bahagia Dengan Dia


Kamu masih muda. Urusan cinta tidak seharusnya menjadi satu-satunya hal penting dalam hidupmu. Kamu masih memiliki keluarga, teman-teman yang menyenangkan, tanggung jawab pendidikan, atau bahkan pekerjaan. Berbagai hal ini patut mendapat fokus yang maksimal dari dirimu.

Namun nanti, akan ada saatnya dimana kamu begitu bahagia bersama dia — sehingga hal-hal lain yang tak berhubungan dengan dirinya akan terasa tidak menarik dan percuma. Ini bukan perasaan berlebihan, hanya tahapan yang wajar dalam sebuah hubungan. Kamu ingin menghabiskan sepanjang harimu bersamanya, mendengar tawanya, dihangatkan pelukannya. Tidak peduli seberapa letih dirimu saat ini, akan ada saatnya dimana kamu merasa begitu bahagia.

Kamu Mungkin Sering Membayangkan Cinta yang Romantis dan Penuh Usaha Gila. Kamu Akan Sadar, Cinta Justru Bertahan Karena Hal-Hal Sederhana.


Perasaan kompleks yang kamu bagi dengan orang yang ditakdirkan untukmu tampaknya tidak akan cukup untuk selalu dijelaskan dengan kata-kata. Mungkin kamu juga tidak akan bisa menjelaskan pada dirimu sendiri mengapa harus dia bukan orang lain. Begitu pula dia. Perasaan yang berbalas menjadi kamus dan pedoman bahasa yang paling sering kalian gunakan.

Ketika semuanya berlandaskan perasaan, kata yang tampaknya sederhana dan biasa saja di telinga orang lain akan memiliki arti berbeda bagi kalian berdua. Bahkan saat kamu mengingatkannya untuk bangun pagi, sapaan sederhananya di ujung telpon jelas-jelas berarti ‘terimakasih telah melengkapi kekuranganku’

Dia Pantas Kamu Tunggu-Tunggu. Takkan Ada yang Bisa Menggantikannya Saat Kalian Telah Bertemu.

Jangan menyerah hanya karena kamu telah menunggu dia begitu lama. Sebab ketika kalian telah bertemu, kamu sadar bahwa takkan ada yang bisa menggantikan dirinya.


Mungkin hubungan kalian akan kurang intens, dan kamu akan berupaya mencari penggantinya. Bisa saja, kamu bertemu orang yang lebih pintar, cantik, kaya, atau baik hati daripada dia. Tapi kamu tidak akan menemukan ‘dia yang sepenuhnya’ di dalam diri-diri orang tersebut — karena dia memiliki kecerdasan, kecantikan, dan keelokan hati dengan cara uniknya sendiri.

Kini Kamu Memang Terbiasa Sendiri. Setelah Bertemu Dengannya Nanti, Kamu Tidak Akan Rela Kembali ke Hidupmu yang Sekarang Ini.


Mungkin kini kamu terbiasa sendiri. Tapi saat akhirnya kamu dipertemukan dengannya, kamu tidak akan pernah rela untuk kembali ke kehidupanmu yang lama. Karena dengan dia yang tertakdirkan, hidupmu akan berubah menjadi lebih berwarna. Kalian akan tumbuh bersama: mengajarkan satu sama lain dengan pengalaman hidup yang selama ini kalian pelajari masing-masing. Kalian akan tertawa bersama: menunjukkan ke satu sama lain bahwa selalu ada cara menjadi bahagia.

Sekarang, kamu hanya perlu lebih bersabar menunggunya.

Haidar A.
Baca selengkapnya »
Alasan Mengapa Laki - Laki Lebih Perhatian Hanya Saat Pendekatan

Alasan Mengapa Laki - Laki Lebih Perhatian Hanya Saat Pendekatan


Banyak yang bilang pendekatan itu masa yang paling indah dan lucu dalam hubungan. Masa di mana kamu dan dia masih sering jaga image dan malu-malu kucing. Masa di mana perasaan hendak bertemu sangat berkobar-obar. Rasanya selalu hendak bertemu dengannya setiap saat.

Fase Pendekatan begitu menyenangkan bagi wanita karena pada saat itu perhatian laki-laki kepadanya sangatlah intens. Belum makan ditanyakan, tidak enak badan di manja, ingin ke suatu tempat di temani dan lain-lain. Perhatian inilah yang terkadang suka membuat kamu rindu, karena setelah berpacaran–entah  mengapa perhatian kekasih kamu mengendur. Rasanya tidak se-intens dulu memperhatikan kamu.

1. Setelah mempunyai kekasih, fokus laki-laki cenderung lebih kepada hal lain dalam hidupnya seperti pekerjaan, orangtua atau hobi


Sebelumnya, mungkin mencari pasangan merupakan prioritas utama dalam hidupnya – maka dari itu ia begitu ambisi dalam memiliki kamu. Namun setelah berpacaran, prioritas itu perlahan berubah seiring dengan hidup yang terus berjalan dan menuntutnya meraih apa yang sepatutnya dia lakukan.

Kamu harus ingat, hidupnya tidak hanya melulu soal kamu. Dia juga mempunyai hobi yang harus dikerjakan, cita-cita yang harus diraih, pertemanan yang harus dijaga, dan yang paling penting adalah keluarga. Singkatnya, dia hanya mau meneruskan hidupnya saja.

Tenang kamu tetap prioritas utama kok cuma tidak terang-terangan diperlihatkan olehnya.

2. Mengejar wanita itu masa paling seru dan menantang. Namun saat sudah berhasil kebanyakan lelaki seperti kehilangan motivasi untuk membuat seru hubungan


Salah satu alasan mengapa masa pendekatan juga indah di mata lelaki adalah karena dia menganggap bahwa mendapatkan kamu merupakan sebuah tantangan baginya. Oleh sebab itu segala usaha dilakukannya, termasuk memberikan perhatian yang intens kepadamu.

Ketika rintangannya susah berhasil, lelaki cenderung menjadi lebih pasif memberi perhatian. Ini disebabkan karena ia kehilangan rintangannya yang telah kamu raih semenjak kamu memutuskan untuk menerimanya. Namun jangan salah diartikan dengan dia tidak benar-benar cinta padamu. Dia hanya butuh kehilangan motivasinya. Inovatif, buat dirimu jadi kembali jadi rintangannya

3. Kadang perubahan sikap ini dipengaruhi sifat dasar manusia yang selalu ingin lebih. Coba deh kamu buat perubahan pada dirimu supaya dia memperhatikan mu lagi


Supaya tidak heran dengan perubahan prioritas yang dilakukan kekasih kamu, sebaiknya kamu pahami lagi sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan selalu ingin lebih. Boleh jadi saat itu dia sedang mengalami kejenuhan kamu yang begitu-begitu saja. Maka dari itu kamu harus berusaha untuk mencari cara agar selalu terlihat menarik di matanya. Berdandan lah sekali-sekali atau cobalah untuk memperbaharui penampilan demi memikat perhatiannya lagi.

4. Mengartikan sikapnya yang berbeda tidaklah bisa kamu jelaskan terburu-buru. Mungkin saja ada sikapmu yang membuat dia tidak nyaman denganmu


Menilai ada yang berubah dari gebetanmu tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandangmu saja. Baiknya kamu juga menilai dari sudut pandang lelakimu. Apa yang membuatnya berubah. Boleh jadi disebabkan karena sikapmu kepadanya. Coba deh ingat-ingat, ada tidak sikapmu kepadanya yang bisa membuatnya tidak nyaman. Barangkali kamu telah melakukan kesalahan.

5. Boleh jadi itu awal fase bosan dia. Sementara dalam hubungan kebosanan itu wajar, dan semua orang pasti pernah mengalaminya


Satu hal yang mungkin menyebabkan perhatiannya berkurang boleh jadi disebabkan karena dia sedang dalam fase kebosanan. Jangan takut, wajar dalam hubungan terdapat fase bosan. Fase bosan ini biasanya dikarenakan rutinitas yang kalian lakukan itu-itu saja. Kalian butuh aktivitas baru yang belum pernah dilakukan berdua untuk memperbaiki keadaan.

6. Sadari sejak dini, barangkali ada orang lain yang menarik perhatiannya. Kamu tidak perlu panik, karena banyak cara mengatasinya


Musabab yang paling ekstrem yaitu barangkali ada orang ketiga dalam hubungan kalian. Bukannya menakut-nakuti, tapi kan siapa tahu.. Nah sebelum semuanya menjadi lebih sulit, maka kamu harus bertindak dan bersikap. Coba lakukan investigasi kecil-kecilan. Kalau benar ada potensi mengarah ke sana, maka kamu perlu berbicara empat mata dengan pacar kamu. Tidak perlu gegabah memutuskan, tanyakan saja kebenarannya dan maunya bagaimana. Kalau benar dia masih cinta, dia pasti akan kembali dengan sendirinya.

Perhatian lelaki cenderung lebih saat pendekatan dibandingkan saat pacaran karena dia belum memiliki dirimu sehingga cara dia merayumu adalah dengan memberimu perhatian yang lebih dengan harapan kamu akan melihat dirinya. Dan setelah pacaran perhatiannya menjadi lebih berkurang bukan karena ia tidak lagi sayang, banyak alasan yang mempengaruhi dirinya seperti yang sudah kita bahas bersama di atas.

Haidar A.
Baca selengkapnya »
12 Dilema Yang Terjadi Saat Hubungan Sudah Berjalan Lama

12 Dilema Yang Terjadi Saat Hubungan Sudah Berjalan Lama


Sekian lama menjalin hubungan dekat dengan seseorang membuatmu makin sadar bahwa hubunganmu itu sepatutnya jelas arahnya. Kamu dan pasangan tidak lagi bisa berlindung dibalik topeng “Jalanin saja dulu.” Kamu dan dia sudah saling mengenal lama, lalu sekarang apa?

Pasangan yang sudah pacaran lama umumnya dihadapkan pada dilema-dilema khas tentang kelanjutan hubungan. Apakah kamu dan pacar sudah menjalin hubungan cukup lama? Apakah kalian juga mengalami dilema ini?

1. Dilema Takut Sepi: “Cocok Yakin, Atau Hanya Takut Kehilangan?”

Bertahun-tahun bersama membuat kamu nyaman dengan kehadiran dan dampingannya. Dia sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupmu. Bahkan, ke-kita-an kalian merupakan komponen penting dari nafasmu sehari-hari. Kalian sudah satu paket, pokoknya.

Terlalu terbiasa bersama bisa menipiskan batas penilaian objektifmu terhadap hubungan yang sedang dijalani. Tidak jarang kamu menjadi menutup mata atas kekurangan pasangan, karena sudah nyaman dengan keberadaannya. Kamu jadi menafikan ketidakcocokan kalian karena enggan berkonflik dan saling kehilangan.

2. Satu Ingin Serius, Eh Yang Satu Masih Mau Santai

Butuh janji kedua belah pihak untuk membawa sebuah hubungan ke arah yang lebih serius. Biar bagaimanapun, hubungan cinta itu sama halnya berdansa. Apa bila satu pihak tidak menari dengan benar, maka pihak lain akan kesakitan sepanjang dansa karena kakinya terus-terusan terinjak.

Perbedaan visi tentang keseriusan hubungan sering dialami oleh pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun. Biasanya sih si cewek sudah ingin serius, sementara si cowok masih ingin santai dulu. Atau sebaliknya. Kalau sudah begini hubungan yang sudah terjalin bertahun-tahun bisa retak karena perbedaan sudut pandang soal janji.

3. Pacar Sudah Kerja, Kamu Belum Lulus. Atau Sebaliknya

Dilema ini sering kali dihadapi oleh pasangan yang pacaran dari kuliah. Yah namanya juga kuliah ya, wajar saja kalau lulusnya bisa tidak barengan. Apa bila lulus harus barengan namanya SD. Kalau pacarmu sudah bekerja lebih dulu, sementara kamu masih belum lulus maka bersiaplah galau.

Kehidupan bekerja dan kuliah memang beda,namun yang paling berbahaya buat hubunganmu yaitu perbedaan pola pikir. Saat sudah bekerja seseorang akan berpikir jauh kedepan untuk menata hidup.

Pasanganmu yang sudah bekerja akan berpikir soal cicilan rumah, menikah, menyekolahkan anak. Sementara kamu masih disibukkan dengan kegiatan kampus dan mengejar status lulus. Walau bisa diatasi, tapi perbedaan pola pikir macam ini harus benar-benar dibicarakan agar hubungan kalian tetap sehat.

4. Diberondong Pertanyaan “Kapan Nikah?” Dari Keluarga

Kamu dan dia sih masih santai-santai saja pacaran dulu. Toh masih banyak impian kalian yang belum tercapai. Akan tetapi lain halnya dengan keluarga. Mereka yang justru tidak selow dan terus menanyakan kapan kamu dan pacar akan meresmikan hubungan yang sudah terjalin cukup lama.

Kekhawatiran keluarga juga harus dipahami sebagai hal yang wajar,sih. Biasanya mereka cuma tidak ingin kalian “kebablasan” dalam berhubungan sehingga menghancurkan masa depan sendiri. Kalau ini yang terjadi, yang bisa kamu lakukan hanya memberikan pengertian ke keluargamu.

Jelaskan ke mereka bahwa menikah belum menjadi prioritas dalam kehidupanmu dan pasangan. Jelaskan bahwa masih banyak hal yang pengen kalian capai semasa lajang. Supaya mereka yakin tunjukkan juga bahwa kamu dan pasangan mampu menjaga diri dan tidak akan macam-macam dibelakang.

5. Dilema Identitas: Aku = Pacarku

Bertahun-tahun bersama membuat identitas kalian seakan melebur menjadi satu. “Pacarnya si A (nama pacarmu)” adalah identitas terkuatmu yang diketahui orang-orang. Mereka mengingatmu bukan sebagai pribadi, akan tetapi sebagai kepanjangan dari orang yang mendampingimu selama ini.

Tidak hanya orang lain, terkadang kamu juga merasa bahwa seluruh sisi hidupmu seakan “terpayungi” oleh pacarmu. Ini sering dirasakan saat dalam sebuah hubungan ada yang pribadinya lebih dominan dibanding yang lain. Secara tidak sadar, pribadi yang lebih kuat akan mendominasi.

apa bila ini yang terjadi dalam hubunganmu dan sudah mulai membuat tidak nyaman, coba ambil waktu sejenak deh. Benamkan diri dalam hobi yang kalian tinggalkan selama pacaran, temukan lagi apa sih identitas kalian yang paling nyaman bagi diri masing-masing. Iya, identitas yang bukan sekedar, “Pacarnya si A itu loh…”

6. Salah Satu Dari Kalian Lebih Banyak Berkorban Untuk Bisa Bersama

Negosiasi dalam hubungan itu wajar. Kamu dan dia terdiri dari dua kepala yang pasti punya keinginan masing-masing. Akan tetapi beda cerita kalau salah satu dari kalian menjadi pihak yang mengorbankan semua impian dalam hidup agar hubungan terus berjalan.

Contohnya , pacarmu pemusik yang sering tur keluar kota. Sementara kamu merupakan notaris yang harus tinggal di satu tempat untuk dapat klien tetap. Demi kelangsungan hubungan yang sudah 8 tahun, kamu rela mengikuti pacarmu saat tur karena dia tidak bisa LDR. Dampaknya, klienmu hilang satu-satu deh.

jika hubunganmu dan pacar sudah sampai tahap ini, coba pikirkan lagi: apakah hubunganmu yang sudah bertahun-tahun layak merebut semua mimpimu?

7. Cinta Sih, Tapi Pendapatanmu dan Dia Terlalu Timpang

Perbedaan pendapata bisa jadi sumber masalah bagi sebuah hubungan. Kamu dan pacarmu yang sudah pacaran dari jaman kuliah, akhirnya sadar bahwa pendapatan kalian terlalu berjarak. Walau saling cinta akan tetapi perbedaan penghasilan yang terlalu timpang berimbas pada kontrasnya gaya hidup kalian.

Cinta memang mampu mengalahkan segalanya, akan tetapi terkadang cinta saja tidak cukup untuk membuat hubungan bertahan. Saat kamu dan dia punya pendapatan dan gaya hidup yang terlalu berbeda, coba ambil waktu sejenak untuk berpikir. Apakah kalian yakin mampu menemukan jalan tengah? Atau memang perbedaan itu sudah makin membuat jengah?

8. Dilema Konflik: Berantem Terus Atau Malah Malas Berantem

Perbedaan pendapat jadi hal yang tidak terpisahkan dalam setiap hubungan. Masalahnya, gimana kalau setelah sekian lama perbedaan itu menjadi makin terasa? Kamu dan dia menjadi makin sering bertengkar dan adu pendapat. Perselisihan sudah tidak lagi terjadi secara sehat, kalian lebih sering saling membentak dibanding bertukar pendapat.

Tajamnya jurang perbedaan pendapat juga mampu membuat kalian menghindari konflik. Karena sudah tahu kalau diomongin pasti berantem, maka kamu dan dia memilih diam saja dan membiarkan masalah menumpuk. Dilema macam ini harus segera diselesaikan kalau kamu dan dia masih ingin punya hubungan yang sehat.

9. Kalian Jadi Cuek Karena Sudah Terlalu Lama Bersama

Hubunganmu tidak lagi dipenuhi kejutan-kejutan manis. Kalian sudah lama bersama, sudah tidak perlu lagi sayang-sayangan. Toh kamu dan dia juga nyaman dan tetap bahagia kok walau tanpa taburan kata-kata cinta. Saling bertukar kabar juga sudah makin jarang dilakukan. Buat apa? Kamu dan dia sudah saling tahu kabar masing-masing kok tanpa harus ribet bertukar pesan, kok.

Kebanyakan pasangan yang sudah lama bersama sering terjebak pada kenyamanan yang melenakan ini. Saat kamu menjadi cuek satu sama lain, perlahan kalian akan saling menjauh dan tanpa disadari hubungan akan makin dingin kemudian renggang.

10. Aku Sayang Kamu, Tapi Keluargamu…….

Hubungan yang sudah sampai tahap serius membutuhkan penerimaan tidak hanya dari kamu dan pasangan, tetapi juga dari keluarga masing-masing. Hubungan yang mampu berjalan lama merupakan hubungan yang tidak hanya menyatukan dua kepala, namun juga berhasil menyatukan dua keluarga, kamu sudah sayang banget sama dia, sudah lama banget pacaran, tapi tidak cocok sama keluarganya bagaimana?

Apabila perbedaan dengan keluarganya tidak mampu dijembatani lagi, kamu perlu bertanya pada dirimu sendiri. Orang-orang yang paling sayang pada kalian tidak mungkin ingin menjerumuskan, ‘kan? Siapa tahu memang ada yang salah dengan hubunganmu dan dia.

11. Kamu Sering Kecewa, Tapi Kamu Cuma Mau Percaya Bahwa Dia Sempurna

Terkadang kamu berubah menjadi keras kepala saat menghadapi kenyataan kalau pacarmu punya banyak kekurangan. Kamu terus-terusan percaya pada bayangannya yang telah terbentuk di kepalamu. Saat kecewa, kamu memilih untuk percaya pada gambaran ideal tentang dirinya daripada berusaha menyelesaikan keadaan.

Lama bersama dengan seseorang bisa menjadikanmu kehilangan penilaian yang objektif terhadap pasangan. Kamu tahu kalau dia banyak kurangnya, namun demi menjaga hatimu kamu mau terus-terusan percaya bahwa dia sempurna.

Pertanyaannya, “Sampai kapan kamu mau bertahan membohongi diri dan sembunyi dari kenyataan?”.

12. Ingin Putus, Tapi Enggan Mulai Lagi dan Kasihan Sama Dia

Bila boleh jujur, hubungan yang sudah kamu jalani selama ini tidak sepenuhnya menjadikanmu puas. Kamu dan dia sesungguhnya tidak begitu cocok satu sama lain. Diam-diam kamu ingin mengakhiri hubunganmu dengan dia, namun kamu sudah terlalu enggan untuk memulai lagi.

Akhirnya kamu memilih untuk terus menjalani hubungan yang sudah banyak menghabiskan waktu dan tenagamu. Selain malas memulai lagi dengan orang baru, kamu juga merasa iba padanya yang sudah sekian lama menemanimu. Yakin mau menyerahkan masa depan pada rasa kasihan dan kemalasan?

Haidar A.
Baca selengkapnya »
8 Tanda Kamu Sudah Menemukan Pasangan Yang Ideal

8 Tanda Kamu Sudah Menemukan Pasangan Yang Ideal


Berjanji untuk menikah merupakan sesuatu yang rumit. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pasangan, karena menikah merupakan janji seumur hidup. Tentunya kita mengharapkan pasangan yang benar-benar ideal untuk menyertai kita sampai penghujung usia.

Nah, buat kamu yang sudah berpikir untuk maju ke jenjang hubungan selanjutnya, apa saja sih tandanya kalau kamu sudah menemukan pasangan yang ideal? Temukan jawabannya di sini.

1. Kamu mempercayainya sepenuh hati.

Mempercayai seseorang memang bukan hal yang mudah, apalagi untuk menemani kamu seumur hidup. Namun, kepercayaan terhadap pasangan merupakan salah satu landasan yang paling penting dalam membina sebuah komitmen. Tanpa adanya rasa saling percaya, sebuah hubungan hanya akan menjadi tidak sehat.

Mempercayai seseorang merupakan sebuah risiko. Orang yang kepercayaannya dikhianati, lukanya tidak akan sembuh begitu saja. Kepercayaan akan sangat susah dibangun kembali. Namun, rasa percaya juga merupakan hal yang indah. Dengan ini, kamu memperlihatkan bahwa kamu tulus membuka bagian paling berharga dari dirimu untuk orang lain.

Jadi ketika sudah ada seseorang yang kamu yakini tidak akan mengkhianati kepercayaanmu, mungkin kamu sudah menemukan orang yang tepat.

2. Dia merupakan doronganmu untuk menjadi positif, alih-alih menimbulkan dampak negatif.

Cinta itu kayak candu. Ketika kita jatuh cinta, kita seakan lupa segalanya. Hampir mustahil bagi kita untuk menyadari apakah orang yang kita cinta itu memberi dorongan yang positif atau justru negatif buat kita. Inilah yang semestinya kamu pertimbangkan masak-masak ketika hendak membina rumah tangga.
Ada orang yang akan membimbingmu, mengkritikmu dengan cara yang membangun, serta membantumu belajar lebih banyak. Namun ada juga orang yang suka mencela, membesar-besarkan kesalahan yang kamu perbuat, atau bahkan bertindak destruktif terhadap diri kamu.

Kalo ternyata pasanganmu itu seperti yang disebutkan terakhir, tidak perlu pikir dua kali buat putus. Putus justru akan membuka kesempatanmu untuk menemukan orang yang lebih tepat.

3. Dia mempercayaimu dan memotivasimu untuk percaya diri.

Pernikahan merupakan jalan panjang yang harus dilewati bersama-sama. Biar kamu tidak kehilangan motivasi untuk terus maju, kamu butuh pasangan yang mampu mendorongmu untuk menjadi lebih baik, sekaligus tetap jadi dirimu sendiri.

Nah, memilih pasangan yang ideal untuk memotivasimu sepanjang waktu bisa menciptakan perbedaan. Seseorang yang mampu menjadikan dirimu lebih baik sebagai pendamping hidup merupakan hadiah terindah bagi hidupmu.

4. Hidupmu jauh lebih baik jika bersamanya.

Menentukan pasangan hidup tidak bisa dilepaskan dari sisi emosional. Namun, kesampingkan dulu rasa emosional dan berpikirlah secara logis. Hidupmu akan jauh lebih baik apabila kamu mempunyai pasangan yang mampu memberi nilai tambah bagi hidupmu, bukan justru mengambilnya darimu (misalnya, berkata bahwa impianmu tidak valid).

Oleh karena itu, kamu perlu merenungkan kembali, benarkah hidupmu akan jauh lebih baik apabila bersamanya? Jika pandangan logismu mengatakan “ya”, tunggu apa lagi?

5. Dia ada di sisimu karena kamu berarti baginya, apa adanya kamu.
Terkadang urusan cinta bisa sangat materialistis. Pasanganmu mau bersamamu hanya karena ingin bersenang-senang saja, akan tetapi ketika kamu ada di titik terendahmu, dia tidak mau ikut-ikutan.

Nah, ketika pasanganmu bersedia untuk tetap tinggal di sisimu pada saat kamu berada di titik terendahmu, berarti dia menganggapmu berarti buatnya. Dia punya keyakinan terhadap kamu, dan merekalah orang yang pantas untuk menjadi pendamping hidupmu.

6. Kalian punya visi yang sama dalam hidup.

Tidak ada yang lebih seru selain mengejar tujuan bareng pasangan. Untuk itu, kamu harus memahami dulu apa yang hendak dikejar oleh pasangan: apa yang ingin dia lakukan, impiannya, tujuan hidupnya, panggilan hatinya, passion-nya?
Bahtera rumah tanggamu akan jauh lebih bermakna jika kalian visi yang sama dalam hidup ini, sehingga kalian dapat senantiasa melangkah berdampingan.

7. Pengalamanmu bersamanya merupakan hal yang luar biasa bagimu.

Selama ini, kalian sudah menjalani banyak hal dan mengalami petualangan bersama. Bagimu, dia merupakan sebab dan alasan kamu mengalami titik balik yang mengubah hidupmu. Dialah yang mampu membuka persepsimu tentang dunia serta membuatmu berhasil menemukan dirimu sendiri.

Ketemu dengan orang-orang yang mengubah takdirmu kemungkinannya cuma satu banding seribu. Apa bila kamu menemukan orang seperti ini, jangan dilepas ya.

8. Kalian saling mencintai secara mendalam

Sebelum kamu bilang, “kami saling mencintai, kok!”, kamu perlu memahami apa itu cinta yang mendalam. Cinta yang mendalam yaitu cinta dua sisi: cinta yang romantis sekaligus cinta yang platonis. Ini berarti kamu bukan hanya mencintainya sebagai suatu individu, tetapi juga mencintai makna dirimu baginya. Dengan kata lain, kamu mencintai dirinya sama seperti kamu mencintai apa yang dia lakukan demi kamu.

Cinta yang terdalam yaitu ketika kedua jenis cinta itu menciptakan ikatan yang kuat yang tidak bisa dirusak oleh kekuatan dari luar. Dan cinta seperti ini bukan cinta yang instan, melainkan cinta yang dibangun seiring waktu.

Menikah adalah sebuah keputusan seumur hidup, yang sayang banget apabila kamu jalani dengan orang yang salah. Nah, setelah melihat tanda-tanda di atas, apakah kira-kira pacarmu yang sekarang itu merupakan calon pendamping hidup yang tepat buatmu?

Haidar A.
Baca selengkapnya »
Sayang itu, Seharusnya?

Sayang itu, Seharusnya?


Rasa sayang merupakan keniscayaan yang dialami oleh semua manusia. Datang dan perginya rasa itu tidak bisa diatur bahkan diperkirakan. Ia akan menyapamu pada waktu yang dirasa paling tepat, tanpa perlu kamu rencanakan sebelumnya.
Sebagai manusia kita kerap salah menafsirkan sayang dengan berbagai perasaan lain yang senada. Dorongan menggebu-gebu untuk mempunyai seseorang dengan mudah kita labeli dengan “sayang”. Padahal perasaan sayang yang tulus tidak membutuhkan kepemilikan dan pengakuan.

Apa sih sayang itu? Bagaimana caranya kamu bisa tahu seandainya kamu memang sayang pada seseorang?

1. Namanya Muncul Di Kepala Setiap Kamu Bangun Tidur


Dia merupakan orang yang pertama kali kamu ingat selepas membuka mata. Jika bisa, dia pula yang pertama kali ingin kamu lihat wajahnya setiap pagi. Pikiranmu tentang dia dapat berdatangan dari berbagai hal. Tanpa harus bertemu sebelumnya pikiranmu akan mengikuti impuls untuk langsung melayang padanya.
Otakmu dipenuhi kenangan tentang kegiatan yang kalian lakukan di hari sebelumnya, kebiasaan kecilnya yang senantiasa dilakukan sampai kecemasan tentang bagaimana kabarnya. Bahkan di momen paling nyaman saat kamu masih bercumbu dengan selimut dan bermalas-malasan, kamu tetap ingin didampinginya meski hanya dalam pikiran.

2. Mengirim dan Menerima Pesan Darinya Membuat Hatimu Hangat


Berkirim kabar sudah bukan lagi jadi kewajiban, melainkan kebutuhan bagimu. Kamu menghargai dia sebagai orang penting di hidupmu yang layak mengetahui perkembangan kegiatan yang kamu lakukan. Sebuah ucapan selamat pagi sederhana akan menyelamatkan hari kalian.
Ada rasa nyaman setiap kamu mengirimkan pesan padanya. Kamu yakin kalau dia punya koneksi khusus denganmu yang membuat dia bisa merasakan hal yang sedang alami saat itu. Ketika ponselmu bergetar menandakan ada pesan darinya, hatimu secara otomatis menghangat.

Ada manusia lain yang dapat memahamimu diluar sana. Kalian tidak sendirian.

3. Kamu Mengkhawatirkan Kebutuhan-Kebutuhan Kecilnya


Apakah dia sarapan pagi ini? Sempatkah dia membereskan kamar sebelum beranjak pergi? Tak malaskah dia memasang jas hujan di tengah perjalanan? Kamu khawatir kalau dia sampai jatuh sakit. Rasa sayang membuatmu jadi orang yang menempatkan kebutuhan pasangan diatas kebutuhan pribadi.
Tidak cukup hanya khawatir, ada dorongan dalam dirimu untuk jadi orang yang mampu mencukupi semua kebutuhannya. Kamu hanya ingin bersamamu dia merasa tergenapi. Sebuah perasaan sayang yang tulus akan membuatmu fokus pada pemenuhan kebutuhannya.

disaat kamu lebih sering merengek minta diperhatikan, tandanya bukan rasa sayang yang kamu rasakan pada pasanganmu. Kamu hanya membutuhkan seseorang yang secara sukarela bisa jadi penggemarmu.

4. Momen Terendah Dalam Hidupnya Tidak Akan Membuatmu Berpaling


disaat dia gagal ujian skripsi, waktu dia ditolak perusahaan idaman, disaat dia dihadapkan pada krisis keluarga secara ajaib kamu hanya ingin terus mendampinginya. Di masa-masa itu pasanganmu bisa berubah menjadi makhluk cengeng yang irasional, tapi kamu hanya ingin tetap berada di sisinya.
Rasa sayang yang sesungguhnya akan membuat seseorang menjadi pendamping hebat di masa-masa sulit. Dengan senang hati kamu akan mengusap punggungnya saat dia mulai sesak karena terlalu banyak menangis. Bahumu akan ditawarkan sebagai tempatnya bersandar melepas lelah.

Dalamnya rasa sayangmu padanya membuatmu ingin “naik kelas”. Dari sekedar teman bersenang-senang, jadi sesosok pendamping yang menangguhkan.

5. Dikala Dia Ditimpa Kegagalan, Kamu Turut Menyalahkan Diri Sendiri


Kamu sadar bahwa kalian adalah dua entitas yang tidak terpisahkan. Kehadiran masing-masing membawa pengaruh pada kehidupan satu sama lain. Kasih mendalam menimbulkan rasa tanggung jawab bahwa kamu juga punya andil dalam keberhasilan dan kegagalannya.

Momen kejatuhan pasangan seakan menjadi kaca pembesar yang menunjukkan kekurangan hubungan kalian selama ini. Disaat dia tidak berhasil mencapai impiannya pasti ada proporsi kegagalan yang datang darimu. Kamu akan berusaha berbenah diri agar bisa mendorongnya mencapai bermacam hal yang diimpikan.

6. Apabila Bersamamu Dia Tidak Bahagia Atau Berubah Jadi Lebih Baik — Kamu Rela Pergi


Rasa sayang yang benar-benar tulus akan menyingkirkan ego untuk mengakuisisi pasangan. Tujuan utamamu menjalani hubungan dengannya adalah untuk membuatnya bahagia dan berkontribusi pada pengembangan dirinya sebagai pribadi ke arah yang lebih baik.

Ketika bersama denganmu dia menjadi terbatasi, maka kamu akan dengan senang hati melonggarkan genggaman. Ketika hubungan ini tidak membawa perubahan positif baginya kamu tidak akan keberatan menyingkir dari hidupnya untuk memberi dia kesempatan mengembangkan diri.
Sayang akan tercermin pada komitmen untuk mendampingi, bukan pada keinginan untuk memiliki.

7. Kamu Memberinya Kebebasan Untuk Melakukan Hal yang Dia Sukai


Walaupun sering kesal saat dia asyik dengan hobinya, Namun kamu tidak pernah membatasinya untuk melakukan sesuatu yang dia suka. Pemahamanmu sudah bulat, Rasa sayang selayaknya jadi alasan untuk merenggut waktu yang kerap digunakan demi menekuni hobi.
Sayang yang tulus merupakan saat kamu dengan ikhlas mendukung apapun yang dia lakukan. Merelakan waktu bersama demi perkembangan pribadi pasanganmu. Rasa sayang yang dalam akan membuatmu menjadi pasangan yang tidak egois. Kamu akan cukup puas ketika melihat dia berkembang dengan kamu ada di sisinya.

8. Fokusmu Bukan Memperoleh Perlakuan Manis, Melainkan Memberikan Kemampuan Terbaikmu


Saat  kamu benar-benar sayang pada seseorang maka kamu akan paham bahwa rasa mendalam hanya bisa ditunjukkan melalui berbagai kata kerja. Cinta dan sayang merupakan proses kerja tanpa henti, mendampingi yang dikasihi dengan tulus. Ada balasan atau tidak itu urusan nanti.
Dia ibarat pelajaran favoritmu. Membuatmu berkeinginan terus belajar agar bisa menjawab pertanyaan dengan tepat dan mendapatkan nilai baik. Kamu tahu bahwa kamu hanya perlu memberikan pendampingan terbaik, semampu yang kamu bisa.

Jika dia tidak membalas dengan sama baiknya maka itu akan jadi urusan semesta. Manusia bisa picik terhadap ketulusan di depannya, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata.

9. Dia Dapat Kamu Terima Secara “Satu Paket”


Menentukan bersama dengan seseorang yang kamu sayangi akan menjadikanmu sadar bahwa setiap orang punya kekurangan dan masa lalu yang tidak dapat bisa dihapus. Bersama dia kamu akan berdamai dengan hal-hal tersebut dan menerima dia apa adanya.
Kamu akan menerima mantan pacarnya yang kadang masih suka manja ke orang yang kamu sayangi, berupaya memaklumi gaya hidup keluarganya yang berbeda 180 derajat darimu, sampai belajar memahami kebiasaannya yang imajiner.

Menyayangi seseorang dengan dalam membuatmu bisa fokus pada masa kini yang sedang dijalani. Toh mengungkit hal yang sudah lalu juga tak akan membawa kalian kemana-mana. Kamu sadar pasanganmu bukan dewa yang tidak punya kekurangan. Dan kali ini, kamu bisa hidup dengan ketidaksempurnaannya.

10. Berjuang Bukan Pilihan, Namun Kewajiban


Menjalankan hubungan dengan rasa sayang yang dimiliki oleh kedua belah pihak tak menjamin jalan kalian bebas dari masalah. Kalian tetap akan bertengkar, kamu dan dia masih dua manusia dengan jalan pikiran berbeda yang bisa berselisih paham. Bedanya, kini kata “pergi” tak lagi mudah diucapkan.
Kamu akan memaksa dirimu sendiri untuk terus mengeluarkan yang terbaik, hingga hubungan kalian menemukan takdirnya. Hubungan beda zona waktu akan kamu jalani dengan sabar selama masih mampu. Keegoisannya berusaha kamu hadapi dengan kesabaran, hingga mencapai batas akhir pertahanan.

Menyerah ditengah jalan bukan pilihan. Apabila toh kelak hubungan ini tidak berhasil kamu tidak dibebani penyesalan karena tidak berusaha sampai titik darah penghabisan.

11. Kamu Menganggap Tubuhnya Sebagai “Rumah”, Bukan Komoditas


Sebagai manusia biasa, kamu tetap mengharapkan hubungan fisik dengan pasanganmu. Sentuhan hangat dan usapan lembut merupakan salah satu ekspresi sayang yang sering dikeluarkan. Namun kali ini kamu tahu bahwa pasanganmu bukanlah tempat untuk menjajal berbagai eksperimen baru.
Nafsu tetap ada, bagaimanapun kamu dan dia tetap manusia dengan segala kebutuhannya. Hal berbeda yang diciptakan oleh rasa sayang yang tulus yaitu penghormatan. Kamu akan menghargainya sebagai pribadi yang punya otonomi atas tubuhnya sendiri.

Kamu mendengarkan kemauan dan keengganannya dalam hal yang berkaitan dengan hubungan fisik. Dan meskipun keinginanmu tidak terpenuhi, tidak terbersit dalam kepalamu untuk pergi. Dia adalah rumah nyaman tempatmu selalu kembali. Bukan mini market 24 jam tempatmu bisa membeli segala keperluan setiap saat asal punya uang dan kuasa.

12. Butuh Waktu Lama Untuk Melepaskannya


Ketika hubunganmu tak berjalan sebagaimana mestinya, rasa sayang pada seseorang akan membuatmu jadi orang yang super hati-hati dalam membuat keputusan. Kamu tak ingin salah mengambil langkah. Ketika kalian akhirnya berpisah butuh waktu bagimu untuk menyembuhkan diri sendiri.
Proses melepaskan orang yang kamu sayangi itu ibarat mengupas bawang. Ada berlapis-lapis kulit yang perlu dibuka. Dalam pengerjaannya matamu akan perih dan tak jarang harus meneteskan air mata. Dia telah menjadi bagian dari dirimu yang menempel erat seperti magnet diatas kulkas.
Melepaskan masker yang menempel kencang di wajah saja membutuhkan waktu, wajar dong kalau kamu juga membutuhkan waktu untuk melepaskannya yang telah melekat di dadamu untuk waktu yang lama?

13. Kamu Akan Bisa Menerima Bahwa Dia Selamanya Tetap Jadi Bagian Hidupmu


Kalian sudah tak lagi bersama, namun kamu masih tetap menghargainya sebagai orang yang pernah membawa pengaruh besar ke hidupmu. Rasa sayang yang benar-benar tulus tidak akan pernah sirna. Ia dengan cair bertansformasi menjadi bentuk hubungan lain.
Bagaimana bisa kamu benci pada orang ini? Dia yang mengenalkanmu pada band-band yang namanya belum pernah kamu dengar sebelumnya. Dari dia kamu belajar beberapa gurauan yang masih kerap kamu gunakan sampai sekarang.
Yang terpenting, dari dia kamu belajar untuk jadi pencinta yang baik tanpa memiliki tendensi untuk menginginkan balasan. Pelajaran darinya akan selamanya tinggal di dirimu. Dan sebab alasan itu, rasa sayangmu tidak akan mungkin sirna.

Haidar A.
Baca selengkapnya »
Beranda

Jasa Pelet